Selasa, 30 Agustus 2016

Tembok Kaca

Mana yang menurutmu lebih menyakitkan, terjatuh saat berjalan, atau terjatuh saat terbang?

Dahulu, rasanya begitu menyenangkan
Saat di mana air mataku adalah senjata untuk mengabulkan setiap pintaku

Sampai saatnya semua itu berakhir, saat semua keinginanku tinggal keinginan semata

Masa bahagia itu terasa begitu dekat, terlalu dekat seakan aku bisa menyentuh dan mendapatkannya kembali
Layaknya melihat hal dari balik tembok kaca yang begitu jernih, jelas namun tak mampu kugapai


Sekarang di sinilah aku, terpaku menatap sayap yang telah patah, berharap dapat melihatnya terbang sekali lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar