Senin, 29 Agustus 2016

Takdir

Kau tahu kenapa aku begitu membenci takdir?

Karena ia tak bisa dirubah seberapa keraspun aku mencoba, seperti halnya masa lalu
Secepat apapun aku berlari, sekeras apapun aku berteriak, sederas apapun aku menangis, masa lalu itu tidak akan berubah, dia akan tetap sama dan menjadi abadi

Bukankah begitu menyakitkan saat kau sadar, bahwa masa lalumu yang begitu kelam sama sekali bukan salahmu? Seperti halnya terbakar sumbu api yang tidak pernah kau sulut ujungnya
Lukanya masih berbekas dan menyengat hingga saat ini, tanpa kau tahu pasti kenapa harus mendapat rasa sakit yang sedemikian hebat

Hal terburuknya, tak ada yang bisa kau lakukan untuk mengobati masa lalu itu. Karena ia akan selalu diam, tidak bergerak, kekal dalam waktu dan ingatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar