Kau tahu kenapa aku begitu membenci takdir?
Karena ia tak bisa dirubah seberapa keraspun aku
mencoba, seperti halnya masa lalu
Secepat apapun aku berlari, sekeras apapun aku
berteriak, sederas apapun aku menangis, masa lalu itu tidak akan berubah, dia
akan tetap sama dan menjadi abadi
Bukankah begitu menyakitkan saat kau sadar, bahwa masa
lalumu yang begitu kelam sama sekali bukan salahmu? Seperti halnya terbakar
sumbu api yang tidak pernah kau sulut ujungnya
Lukanya masih berbekas dan menyengat hingga saat ini,
tanpa kau tahu pasti kenapa harus mendapat rasa sakit yang sedemikian hebat
Hal terburuknya, tak ada yang bisa kau lakukan untuk
mengobati masa lalu itu. Karena ia akan selalu diam, tidak bergerak, kekal
dalam waktu dan ingatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar