Minggu, 26 Maret 2017

Anak Pengemis

Anak pengemis
Apa kau pernah membayangkan perasaan seorang anak pengemis?

Bukan, ini bukan masalah perawakannya yang kecil dan kotor
Ini tentang perasaannya, yang menyadari kalau hidupnya hanya ditopang oleh belas kasihan orang lain

Apakah sakit? Jika iya, seberapa sakit?
Bagaimana rasanya jika melihat ayah ibunya meminta-minta untuk menyambung hidup?
Apakah mereka tidak memiliki cara lain selain cara hina itu?

Apa yang lebih hina dari memanfaatkan belas kasihan orang lain untuk menutupi kesalahanmu?

Selasa, 06 September 2016

Berbeda

Apa arti perbedaan bagimu?
Apa kau seringkali merasa berbeda dengan mereka?

Apapun jawabanmu, aku yakin sekali bahwa kita selalu berbeda satu sama lain, bahkan dalam hal-hal sederhana dalam kehidupan ini

Namun jangan jadikan itu masalah, karena bagiku tak masalah jika perbedaan itu memang ada
Terdengar omong kosong memang, jika kukatakan perbedaan ada untuk menyatukan, karena mataku selalu berkata sebaliknya

Perbedaan menciptakan kelompok, dan menciptakan benturan yang tidak jarang saling menghancurkan

Apakah berbeda adalah alasan tepat untuk menyakiti?
Aku rasa tidak. Karena suka atau tidak, kita akan selalu punya perbedaan
Aku dan kamu. Aku dan kalian. Kita akan selalu berbeda dalam berbagai hal

Kuncinya bukanlah dengan memakai topeng yang sama, tapi hargailah perbedaan
Berbeda memang tak jarang menyakitkan, tapi tersakiti bukan berarti kau harus menyakiti kembali

Nikmatilah perbedaan, seperti kau menikmati rasa pahit dalam makananmu. Kau membutuhkannya untuk membuat hidupmu lebih bermakna

Senin, 05 September 2016

Di Bawah

Di manakah posisimu?
Di atas? Atau mungkin di bawah?

Aku pernah merasakan berada di bawah, pada posisi yang begitu rendah

Rasanya begitu menyakitkan
Tidak ada yang menghargai, atau bahkan sekedar melirik
Jika ada yang melihat ke arahku, sudah tentu pandangan itu tak bermakna baik. Mungkin hanya mengernyitkan dahinya akan kondisiku, atau menjadikanku bahan tertawaan
Bahkan orang yang kuanggap mampu dan akan menolongku pun tidak jauh berbeda, membuatnya segalanya terasa semakin buruk


Apakah selalu seperti ini rasanya berada di dasar?

Minggu, 04 September 2016

Ingin

Pernahkah kau memandangi langit biru cerah itu?

Apakah kau tahu berapa luasnya? Apakah dia seluas lautan? Atau bahkan lebih luas dari itu?

Jika kau tahu, tolong beritahu aku secepatnya, aku sangat menginginkannya lebih dari aku menginginkan diriku sendiri

Aku benar-benar ingin tahu apa yang ada di luar sana

Hal-hal yang selama ini terhalangi oleh tabir ketidaktahuanku

Rabu, 31 Agustus 2016

Keluarga

Apa arti keluarga bagimu?

Apakah menyenangkan bagimu memiliki sebuah keluarga?

Telinga dan mataku seringkali mengatakan bahwa keluarga adalah segalanya
Sayangnya, hatiku berkata lain

Sejujurnya, aku iri
Aku iri padamu, pada kalian, yang memiliki keluarga sempurna
Bukan berarti memiliki segalanya, namun selalu ada dan berusaha saat kau membutuhkannya

Mengapa tidak terjadi dalam keluargaku? Apa salahku? Apa kesalahanku karena aku terlahir dalam keluarga ini?

Tidak ada yang pernah bisa menjawab

Bahkan dalam ribuan sujudku yang lalu, Dia juga tak pernah menjawab

Selasa, 30 Agustus 2016

Iri

Hai, kamu

Aku iri padamu

Tidak biasa memang iri pada orang yang sedang kukasihi dengan sebegitu hebatnya

Aku iri pada kepakkan takdir sempurna yang hinggap di bahumu itu
Bahkan saat aku yakin benar bahwa tiada kesempurnaan dalam semesta ini, kau tetap kuanggap sempurna

Namun, mengapa kau tetap merasa kekurangan? Apa yang kurang dari hidupmu yang tak mampu kutemukan kurangnya itu?

Asal kau tahu, doaku adalah memiliki hidup sepertimu

Dan jika aku punya kesempatan untuk mengulang dan memilih sebuah kehidupan, akan kugunakan kesempatan itu untuk berada di hidupmu

Tembok Kaca

Mana yang menurutmu lebih menyakitkan, terjatuh saat berjalan, atau terjatuh saat terbang?

Dahulu, rasanya begitu menyenangkan
Saat di mana air mataku adalah senjata untuk mengabulkan setiap pintaku

Sampai saatnya semua itu berakhir, saat semua keinginanku tinggal keinginan semata

Masa bahagia itu terasa begitu dekat, terlalu dekat seakan aku bisa menyentuh dan mendapatkannya kembali
Layaknya melihat hal dari balik tembok kaca yang begitu jernih, jelas namun tak mampu kugapai


Sekarang di sinilah aku, terpaku menatap sayap yang telah patah, berharap dapat melihatnya terbang sekali lagi